SAFE FERTILITY CENTER

Opening Hours : Open Daily : 7.30 am to 7.00 pm
  Contact : +662 252 3833

In vitro fertilization (IVF) – Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI)

IVF Treatment

In Vitro fertilization (IVF)  adalah metode membantu reproduksi yang melibatkan perpaduan sel telur dan sperma di media laboratorium. Jika sel telur berhasil dibuahi dan mulai berkembang, menghasilkan embrio dan akan ditransfer kembali ke dalam rahim untuk perkembangan selanjutnya. IVF melewati tuba fallopian dan biasanya program ini dipilih oleh wanita yang memiliki masalah dengan tuba fallopian.  

Proses dari IVF /ICSI – Bagaimana IVF ICSI dilakukan?

I. tes penyaringan awal yang dilakuakan kedua pasangan

Secara umum, beberapa ovarium tes harus dilakukan pihak wanita sebelum mulai proses suntikan. Kita memakai AMH sebagai standart emas, begitu pula tingkat beberapa hormone di hari ke2 haid seperti E2 P4 FSH dan jumlah folikel yang dapat dilihat saat itu. Hasil dari beberapa tes ini akan memberikan kita informasi untuk memprediksi bagaimana respon dari ovarium anda dan juga membantu kami untuk menentukan dosis dari suntikan yang akan anda pakai.

II penandatanganan lembar persetujuan oleh kedua belah pihak

Kita memakai lembar persetujuan yang dikeluarkan oleh Royal Thai College of Obstetrician and Gynaecologists.  

III. Pemeriksaan Ovarium Hyperstimulasi

Wanita distimulasi dengan obat suntikan untuk mengembangkan beberapa folikel dalam ovarium. Setiap folikel terdiri dari sel telur mikroskopik. Suntikan ini terus menerus menstimulasi folikel dan sel telur untuk berkembang sekitar 8-10 hari. Tes darah untuk pengecekan hormone dan scan akan dilakukan 1-2 kali untuk memantau perkembangan dari folikel tersebut. Setelah folikel-folikel tersebut berkembang dan diameter mencapai ukuran 16 – 18 mm, anda akan diberikan obat suntikan untuk pematangan akhir yang kita kenal denga trigger shot. Dan setelah itu proses pengambilan sel telur (OPU) dapat dilakukan sekitar 35 – 37 jam kemudian dari suntikan akhir tersebut.  

IV. Pengambilan sel telur (OPU) dan Fertilisasi (Pembuahan)

Ketika beberapa folikel matang, akan dilakukan scan melalui vagina untuk mengarahkan / membantu proses OPU untuk memindahkan sel telur dari folikel itu sendiri. Di klinik kami, durasi rata-rata proses pengambilan sel telur kira-kita 10 menit, dengan kisaran 2-15 menit secara keseluruhan. Selama proses berlangsung, anda akan dibius sehingga tidak merasakan sakit atau tidak ingat apa yang terjadi waktu prose berlangsung.   gambar dari prosedur IVF

In Vitro Fertilization

In Vitro Fertilization

In Vitro Fertilization

In Vitro Fertilization

Pada saat proses pengambilan sel telur, proses pengumpulan sperma juga akan dilakukan. Dalam kasus dimana pihak lelaki tidak bisa datang pada saat tersebut, kita bisa menggunakan sperma yang telah dibekukan sebelumnya. Sel telur itu kemudian dibuahi di dalam laboratorium menggunakan sperma pasangan anda. Jika sperma (ataupun sel telur anda) memiliki kualitas yang tidak terlalu bagus, proses ICSI dapat membantu proses pembuahan. Dan embrio anda akan dikembangkan di laboratorium IVF selama 2 – 6 hari.        

V. Penanaman Embrio

Proses penanaman embrio dilakukan dengan meletakan embryo dalam rahim anda dimana mereka diharapkan dapat tertanam dan berkembang. Proses ini seperti pap smear pada wanita. Biasanya tidak akan merasa sakit atau tidak nyaman. Jika ada embrio sisa (dengan kualitas tertent) diluar embrio yang ditanam, banyak pasangan yang memilih untuk membekukan dan menyimpan mereka untuk siklus penanaman berikutnya. Konservasi embrio / pembekuan embrio dapat di gunakan untuk kedatangan berikutnya untuk proses penanaman selanjutnya jika siklus “fresh” gagal atau jika anda menginginkan untuk memiliki tambahan momongan diwaktu yang akan datang. Biasanya kita menyarankan pasien untuk menanam hanya 1 – 2 embrio per proses. Bisanya kita tanam embrio pada thap blastosis (hari ke 5 dan 6 ) embrio, yang mana dapat memberikan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.  

 VI. Dukungan Luteal

Setelah proses OPU,  anda akan diberikan obat untuk mendukung kehamilan. Obat tersebut meliputi 4- 5 jenis untuk setiap pasien. Dan obat tersebut harus digunakan sampai tes kehamilan. Jika hasilnya positif, maka anda harus melanjutkan mengkonsumsi semua obat tersebut sampai usia kehamilan 12 minggu. Obat2 ini membantu embrio untuk tertanam.  

VII . Tes kehamilan

10 days after embryo transfer, the woman has blood test for pregnancy. 10 hari setelah proses tanam, anda sapat melakukan tes darah untuk mengetahui hasil kehamilan.  

Tingkat Keberhasilan

Tingkat keberhasilan IVF  secara stastistik untuk kelahiran  : tingkat keberhasilan dalam prosedur IVF sangat bergantung pada penanganan tiap kasus itu sendiri. Ini merupakan factor yang penting untuk dipertimbangkan namun tidak begitu dipahami oleh beberap pasien invertilitas. Pastikan bahwa anda mendiskusikan mengenai kehamilan dan keberhasilan dalam proses melahirkan secara detail dengan dokter anda sebelum anda memulai siklus. Anda harus menanyakan mengenai tingkat kehamilan dan kelahiran untuk pasien yang memiliki kasus serupa dengan anda, (contohnya memiliki permasalahan yang sama, usia yang sama, diagnosis yang sama). Di SFCm kami mencapai secara keseluruhan tingkat kehamilan sekitar 40% pada wanita usia dibawah 40 tahun yang menggunakan sel telur-nya sendiri. Bagaimanapun, data kumulatif kehamilan sekitar 80% dengan menjalani 3 siklus. Tingkat keberhasilan kami pada wanita usia dibawah 40 tahun sekitar 60% hanya dengan 1 kali kunjungan, dan 90% jika mereka tidak menyerah.  

Apa perbedaan tingkat keberhasilan antara  penanaman embrio fresh dan frozen ??

Penanaman frozen embrio memberikan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkanfresh transfer.